Info Pulsa & Operator Seluler

Info Pulsa & Operator Seluler


DompetKu, Transaksi Pembelian via Ponsel

Posted: 19 Nov 2009 04:16 AM PST

Memasuki bisnis jasa pembayaran pengiriman uang melalui jaringan telekomunikasi (remittance), PT Indosat Tbk (Indosat) mengembangkan layanan Dompetku, yakni layanan pembayaran person to merchant.

Pada Dompetku, pelanggan Indosat dapat melakukan pembayaran, pembelian, pemindahan uang melalui ponselnya. Untuk itu, sebelumnya pelanggan perlu mendaftarkan account melalui nomor MSISDN pada ponselnya.

"Transaksi pembelian saat ini tidak lagi dengan menggunakan SMS, tapi dengan cara yang lebih mudah disertai teknologi host-to-host," kata Guntur S Siboro, Chief Marketing Officer Indosat di sela penganugerahaan IWIC 2009 di Jakarta, 19 November 2009. "Dengan demikian, pelanggan cukup menggunakan token atau kode pembayaran agar bisa berbelanja di merchant," ucapnya.

Untuk melakukan transaksi pembelian, pelanggan bisa mengunjungi Alfamart 24 jam dan seluruh toko Alfamart di area Jabodetabek.

"Sejauh ini, rata-rata transaksi dengan Dompetku sekitar Rp 5 juta per bulan dengan total pelanggan sekitar 2.500 nomor pelanggan," kata Guntur.

"Sayangnya, dari 3.000 gerai Alfamart di Indonesia, baru 100 gerai yang bisa menerima layanan Dompetku," ucapnya.

Namun demikian, dia menjamin, Indosat akan meningkatkan jumlah tersebut dengan sinkronisasi sistem online di seluruh gerai Alfamart.

"Jumlah pelanggan yang ditargetkan sekitar 5.000 pada akhir tahun ini, seiring semakin banyaknya gerai yang bisa menerima pembayaran melalui Dompetku, yang diharapkan menjadi 3.000 kios," ucap Guntur.






[Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna – VivaNews]

Tri Menuju Operator Terbesar ke-4

Posted: 18 Nov 2009 05:08 PM PST

Tri_Pulsa_Dobel PT Hutchison CP Telecommunications (HCPT) Indonesia, Tri (3), mencatat pertumbuhan pelanggan 7,3 juta pelanggan pada kuartal tiga 2009.

Presiden Direktur Tri, Manjot Mann di Makassar, mengatakan, peningkatan jumlah pelanggan hingga kuartal tiga 2009 sebanyak 877.000 menjadi total 7,3 juta pelanggan.

 

Angka ini meningkat 13,6 persen dibandingkan jumlah pelanggan di kuartal dua 2009 atau meningkat 100 persen dari jumlah pelanggan Tri di kuartal tiga 2008.

 

Selain dipicu oleh perluasan cakupan layanan, pertumbuhan ini juga dipicu oleh rangkaian inovasi marketing yang telah diterapkan, katanya.

 

Untuk tahap pertama, jaringan Tri di Sulawesi Utara menjangkau 36 kecamatan di lima kabupaten dan kota. "Hanya dalam waktu lebih dari 2 tahun, sinyal kencang Tri telah didukung oleh 7.600 BTS," ujarnya.

Cakupan layanan operator ini di Sulawesi berikutnya akan diperluas hingga Tana Toraja, Gorontalo, Palu dan Donggala.

 

Sedangkan cakupan Tri di Kalimantan telah menjangkau Kalimantan Selatan dan Timur akan terus dikembangkan hingga menjangkau Palangkaraya, Kalimatan Tengah dan Pontianak, Kalimantan Barat.

 

Dengan perluasan cakupan ini, Tri akan menjangkau hampir seluruh area di Bali, Lombok, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi, dan telah menjangkau seluruh area di pulau Jawa.

 

Perluasan cakupan dan pertumbuhan pelanggan ini diharapkan akan mempercepat perjalanan Tri menjadi operator terbesar ke-4 di Indonesia.

 

 

 

 

 

[inilah]

Jaringan BlackBerry Telkomsel di Jakarta Bermasalah

Posted: 18 Nov 2009 04:57 PM PST

Jaringan BlackBerry Telkomsel di Jakarta kemarin (18/11/2009) bermasalah karena adanya perbaikan jaringan. Hal itu juga diakui oleh Customer Service Telkomsel, Caroline.


"Mohon maaf atas ketidaknyamanan Anda, karena hari ini memang ada perbaikan jaringan di Jakarta," ujar Riani, petugas Caroline yang dihubungi oleh VIVAnews, Rabu 18 November 2009.


Menurut Riani, saat ini proses perbaikan masih terus berlangsung sehingga mengakibatkan layanan BlackBerry Telkomsel, baik BlackBerry Enterprise Service, maupun BlackBerry Internet Service, terganggu.


"Kami belum tahu kapan jaringan bisa segera pulih, namun kami berusaha untuk memperbaiki masalah ini secepatnya."


Akhir-akhir ini, jaringan BlackBerry Telkomsel memang sering bermasalah. Banyak pelanggan BlackBerry Telkomsel yang tidak bisa menerima dan mengirim pesan BlackBerry Mesenger, bahkan selalu gagal ketika mengirim email.

 

Seperti biasa, saat hendak dikonfirmasi oleh VIVAnews, Manager Corporate Communication Telkomsel Suryo Hadianto tak mengangkat telpon.

 

Sebelum ini, pelanggan Telkomsel juga sempat 'mangkel' dengan operator seluler terbesar di Indonesia ini, karena secara sepihak melakukan pemotongan batas kapasitas data 2GB untuk layanan internet limited Telkomsel Flash.

 

Namun, belakangan batas tersebut kembali diberlakukan karena banyak mendapat protes dari pelanggan.

 

 

 

 

 

 

[Indra Darmawan-VivaNews]

Satu Operator CDMA Tumbang

Posted: 18 Nov 2009 03:57 PM PST

Penjualan Mobile-8 kepada Sinarmas menjadi penanda operator kecil lokal harus berusaha menjadi besar. Waktu bagi operator CDMA tinggal empat tahun agar tak dilibas GSM.

 

Penjualan Mobile-8 sudah lama diprediksikan terjadi seiring jumlah operator di Indonesia yang sudah mencapai lebih dari 10. Penjualan Mobile-8 kepada Sinarmas Grup itu menjadi penanda, operator tidak akan bisa bertahan jika pelanggan tidak cepat naik dengan pesat.

 

"Langkah itu menjadikan persaingan lebih besar, mereka yang kecil harus segera besar," kata Country Manager lembaga konsultan bisnis internasional Frost & Sullivan, Eugene Van Der Weerd di Jakarta, kemarin.

 

Ia mengatakan apa yang dilakukan oleh Sinarmas didorong oleh terlalu banyaknya operator yang bermain. Langkah itu sebagai permainan market skill, karena jika dibandingkan luar negeri, di Indonesia terlalu banyak. "Pada akhirnya hanya akan ada satu pemain CDMA, untuk menurunkan ongkos produksi," katanya.

 

Eugene berpendapat operator CDMA harus bisa tumbuh cepat agar tidak kalah bersaing dengan GSM. "CDMA akan bertahan 3-4 tahun ke depan. Namun jika tidak segera tumbuh, mereka (operator CDMA) akan kalah dari GSM," tandas Eugene.

 

Ia memberikan alasan persaingan bukan hanya pada kualitas teknologi pendukung layanan, tapi keunggualan CDMA dalam tarif murah kini perbedaannya kian tipis dengan GSM.

 

Apalagi jika dicermati lebih jeli, tren penggunaan layanan mobile mulai bergeser, seiring dengan pencapaian inovasi teknologi. Pelanggan kini ditawarkan dengan layanan lengkap, termasuk kemudahan koneksi internet. "Pada akhirnya operator harus bergeser ke data dan 4G," tambah Eugene.

 

Eugene mengatakan layanan data dan koneksi internet mobile CDMA mungkin akan naik ditandai dengan hadirnya BlackBerry EVDO yang diusung oleh Smart Telecom. Namun tantangannya tidak mudah, karena pesaingnya adalah operator GSM besar seperti Telkomsel, Indosat, XL maupun pemain baru Axis.

 

Walau begitu Eugene mengatakan bahwa industri ini sangat dinamis dan bisa setiap saat berubah sesuai tren market di Indonesia. Karena itu ia memprediksikan layanan data dan internet mobile akan menjadi komoditi utama dalam dunia telekomunikasi Tanah Air.

 

Permasalahannya rantai yang tercipta antara permintaan dan suplai menjadi kendala tersendiri bagi operator yang belum berevolusi secara bertahap ke arah jaringan 4G.

 

Apalagi saat ini peningkatan kebutuhan akses internet mobile yang meningkat tajam hanya bertumpu pada operator GSM. "Lima tahun mendatang CDMA harus 4G," ujar Eugene.

 

 

 

 

 

[Donny Andhika-inilah]

 

© Newpaper Template Copyright by KIOS PULSA INDONESIA | Template by Fanchon0706 | Blog Trick at EasyBlogTrick